Sadar

tumblr_n655u7hyxS1srnj0jo1_r1_1280

dari dulu saya selalu membatin makna kenapa tiap kamu bertolak diri, langkahmu terdengar tegas namun ribuan detik kemudian kamu merapat sambil berlari
berlari, berlari
terengah namun tetap berlari
hujan badai namun tetap berlari
hingga sikuku menekuk, terpaksa namun menerima, di depan bidang tubuhmu yang mungkin
lengas, mungkin
bersisa rinai hujan
kamu kembali
dari dulu saya selalu membatin makna kenapa tiap pias wajah saya yang redup itu jadi gangguan untukmu, tanyamu
sakit?
lelah?
merindu?
saya tidak pernah menjawabnya, karena bahkan saya sendiri tidak sadar kenapa bisa redup renjis-renjis lingkaran mata saya
dari dulu saya selalu membatin makna kenapa tiap saya dan kamu melahap sedap di pinggir jalan, pendar netramu sarat bahagia
lalu saya dan kamu berjalan susuri keramaian petang hari dan saya siapkan benda-benda bulat logam untuk diberikan pada orang-orang yang bekerja bersisian dari keramaian
“kamu seperti ibuku.”
katamu
saya tersenyum pandang tanah di kaki namun tak bertutur apa-apa
dan mungkin saya tak lagi membatin makna

*bertolak diri : pergi
*lengas : basah
*netra : mata
.

sadar, 1/4/2017 (*terinspirasi dari kejadian malam ini)

;

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s