Verifikasi Berkas Stan + tips!

Halo, kawan-kawan yang berbahagia~
Hari ini aku mau nulis tentang apa aja yang harus disiapin waktu verifikasi berkas. Mau curhat sedikit, sebenernya aku nggak minat masuk STAN, cuma karena suruhan bapak, jadinya mau nggak mau juga ikut daftar. Sekalian cari pengalaman, yang alhamdulillah dapet.

Jadi aku ‘kan ikut yang tahun 2017 ini, yang mungkin tiap tahun kurang lebih sama. Pertama, isi form online, yang bisa dicek di blognya kementerian keuangan sendiri nanti. Kalau bisa jangan ada yang salah ngisinya, yaa ^^
Setelah selesai semua ngisinya, kamu akan dapat file lembar BPO. Nah lembar BPO itu di-print, paling nggak dua atau tiga kali (buat jaga-jaga), nah lalu lihat nomor urut lokasinya. Nah, nomor itu akan menentukan tanggal kalian verifikasi. Biasanya di blog STAN-nya sendiri sudah ada link untuk melihat nomor dan tanggal verifikasinya. Waktu itu aku dapat nomor 7351, yang verifikasinya pada tanggal 4 April.
Nah, abis itu udah pasti ada barang-barang yang perlu dibawa waktu verifikasi. Biasanya di blognya juga sudah ada ketentuannya, tapi kadang-kadang ada yang nggak ditulis (atau akunya yang salah lihat). Ini list barang-barangnya :
  1. Lembar BPO yang dibelakangnya ada IDENTITAS raport/ijazah. Jadi identitas itu difotokopi di lembar belakang BPO. Kalau mau bawa tiga lembar BPO, ya di bagian belakang tiga lembar itu difotokopi identitas rapor (walaupun nanti yang dipakai cuma satu lembar).
  2. Foto 4×6, tiga lembar (atau lebih, untuk jaga-jaga). Ketentuan foto ini adalah, latar belakangnya merah dan orangnya memakai kemeja putih. Yang cowok, nggak usah ditambahin dasi atau apa, yang penting putih rapi. Yang cewek juga, kalau pakai jilbab (putih), bisa dimasukkan ke kemeja. Itu kondisi yang paling aman, karena pasti diterima fotonya. Waktu itu di grup chat STAN, di kota lain ada yang foto jilbabnya digerai dan itu membuat kemeja tertutup sehingga fotonya tidak diterima. Kan eman-eman, gitu.
  3. Rapor atau ijazah asli. Tenang, itu cuma buat nyocokin data aja. Kalau di belakang BPO pakai identitas rapor, ya bawanya rapor juga.
  4. Bukti pembayaran. Hati-hati yang transfer lewat ATM, karena bukti pembayaran pastinya kecil dan mudah hilang.
  5. Meterai 6000 kalau bisa bawa tiga lembar, kalau hilang gimana hehe. (Meterai ini bisa ditempel dulu di lembar BPO, di-ttd-nya pas verifikasi aja.)
Nah, semua itu dimasukin ke stopmap, yang rapi sesuai urutan ketentuan di BPO-nya. Buat yang kecil-kecil macam foto atau meterai, bisa dimasukkan ke dalam plastik klip dan di taruh di stopmap juga.
Tips bagian dua :
  • DON’T! Ke Kemenkeu pakai sandal, jeans, kaos oblong. Nggak bakal dilayani, yakin. Pakailah baju yang sopan (paling aman memang seragam/kemeja putih sama bawahan hitam. Tapi sebenernya pakai kemeja warna lain juga nggak papa, asal rapi dan sopan. Impresi pertama harus bagus, dong ya.)
  • DO! Datang pagi-pagi! Open gate bisa saja jam setengah 8, tapi antre sudah mulai dari jam enam, lho. Biasanya pada antre pakai tas dulu di depan meja buat cek berkas.
  • Pas antre bawa bolpoin dan stopmap sudah dipegang.
Tips bagian tiga (urutan verifikasi) :
  1. Waktu open gate, pasti udah pada antre di depan meja. Di meja itu, paling cuma dicek kelengkapan berkasmu dan ditandai sama petugasnya. Terus kamu mulai masuk ke gedungnya.
  2. Meja cek kedua, itu dicek lagi kelengkapan berkas (lebih teliti) dan BPO harus selalu ditunjukin. Di meja kedua inilah dapat nomor antrean.
  3. Terus kita disuruh nunggu di dekat tempat itu. Disediakan kursi kok, tapi banyak juga sih yang duduk di bawah. Waktu aku itu, disuruh nunggu kaya di lapangan tapi dipasang tratak gitu.
  4. Terus biasanya tiap tigapuluh nomor dipanggil suruh naik. Waktu itu aku ke lantai empat, dan sebelum masuk ke ruang utamanya, kita dicek lagi kelengkapannya.
  5. Terus masuk ke ruangan utamanya (alhamdulillah ada pendingin hehe), terus disuruh nunggu sembari nomor dipanggil satupersatu.
  6. Habis dipanggil, kita ngasih nomor antrean ke orangnya yang manggil, terus ke verifikatornya. Berkas-berkas kita akan dicek lagi jauh lebih teliti dan dicocokkan sama formulir onlinenya. Kalau ada kesalahan input, bisa dibetulkan di sini.
  7. Terus kita dapat print-print-an lagi yang kaya kertas kartu ujian tapi ada tiga bagian. Foto yang kita bawa ditempel di kertas itu, tiga foto.
  8. Habis itu kita ke meja satu lagi disuruh cap jari jempol kiri. Biasanya yang kartu paling atas nggak di cap, jadi hati-hati.
  9. Terus kita ke tempat pemotongan kartunya itu. Dua kartu dan BPO akan disimpan sana, sementara kita dapet satu kartu itu dan dapat denah ujian. Jangan lupa bilang terima kasih di setiap habis di cek wkwk.
  10. Selesai~ /congratz!
Alhamdulillah, waktu itu lancar jaya. Aku dapat urutan 309 tapi jam sepuluh seperempat sudah selesai. ‘Kan bersyukur banget kalau begitu.
Udah itu dulu tipsnya buat verifikasi berkas. Thank you sudah membaca~
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s