Tes Stan tahap 1 dan 2 + tips!

IMG_20161204_224701

(gatau juga kenapa gambarnya harus itu… pardon me! :p)

Halo!

Akhirnya setelah hari yang padat, ada juga waktu santai buat ngeblog dan mikirin hal-hal yang sudah terjadi. (ya sebenernya dari kemaren juga santai2 aja sih.)
Kali ini mau bahas tes stan tahap 1 dan 2. Nanti kalau lolos tahap 2, aku bakal buat lagi yang tes tahap 3 sama tips-tipsnya. Capcus hayuk.

– Tahap 1 alias ujian tertulis

Ini tes paling awal, medan perang pertama. Peralatan perang yang harus disiapkan :
– BPU (kartu ujiannya)
– Identitas yang tercantum di BPU (bisa KTP/Rapor/Ijazah)
– Pensil 2B, penghapus karet yang bersih, papan ujian

Buat bajunya… Nah ini yang sering jadi pertanyaan wkwk. Bajunya cukup yang sopan saja, jangan pake jeans pokoknya. Pake kemeja, dan buat yang cewek ya rok yang sopan. Pakai alas kaki yang menutupi jari alias sepatu. Ada sih penjaga yang santai, tapi kalau ketemu sama yang sangar dan ketat aturan ‘kan mending cari amannya. Kalau di tahun-tahun ini sama tahun kemarin sih nggak harus hitam putih.

Buat sumber, biasanya sih aku lihat di 2 sumber, blog STAN resmi dan akun twitternya, dan sumpah itu membantu sekali. Di akun twitter itu, banyak banget yang tanya (mulai dari yang nggak penting dan penting banget), dan adminnya selalu jawab dengan ramah. Kalau mau tanya, pastiin dulu udah scroll biar nggak ngulang-ngulang pertanyaan. Budayakan membaca, ya!

Oh ya, kalau bisa ikut juga di grup line yang isinya calon-calon stanners, karena pada suka sharing-sharing, apalagi kalau ada ka-tingnya (kakak tingkat). Kalau kalian tipe-tipe introvert dan nggak tau gimana cara gabung grup kaya gitu, beraniin tanya ke temen-temen kamu yang ‘kupu-kupu sosial’ alias deket sama kakak-kakak mahasiswa/i, pasti dapat banyak info.

Sebelum tes, pastikan sarapan. Sarapan yang cukup, juga minum. Kalau mau, bawa minum juga di tas (bawa bekal juga boleh, kok.)

Oh iya, tolong bawa pensilnya yang memadai dan ngisinya bener-bener teliti dan lengkap. Karena katanya, tahun 2017 ini banyak LJU yang nggak bisa kebaca, entah karena pensilnya atau nggak lengkap ngisinya. Jawaban boleh ada yang kosong, tapi buat identitas, nggak boleh. Haram hukumnya.

Tahap 2 alias tes kesehatan dan kebugaran

Nahhh ini, tes yang paling menakutkan (menurutku). Buat menghadapi tes ini aja, latihannya bisa sampai tigabulan sebelumnya… (tapi buat aku enggak sih wkwk, cuma sebulan kurang).

Aku cuma ngebeberin persiapan H-1 dan hari H-nya, ya.

Di H-1 tes TKK ini, badan harus diistirahatkan total. Bolehlah ya pemanasan dikit, tapi hati-hati. Kalau nanti cedera malah berabe. Minum vitamin, minum air dikasih madu. Itu manjur, apalagi kalau madunya bener-bener murni. Makan buah, jangan minum dingin, makan es. Jangan makan yang aneh-aneh (terlalu pedes, terlalu asin, dll.).

Nah, gimana ngambil nomor antriannya? Karena di Semarang itu, yang dapat nomor satu itu dia nginep di tempatnya (KanWil DJBC), dan dari tengah malam udah boleh ambil nomor antrian. Nah, kemarin aku ambil jam 2 pagi sama bapak, eh ternyata yang jaga nomor antrian bilang kalau anaknya nggak perlu ikut itu nggak papa, asal yang ngambil nomor bawa BPU si anaknya. Akunya udah sweatdrop dalam keadaan setengah tidur, dapet nomor 21. Lumayan lah… Karena ada temenku dateng jam 6 dapet 242 dan lari waktu matahari di atas kepala banget :’

Terus pagi-paginya, harus sampe sebelum jam 6 (boleh langsung pake baju olahraga). Karena walaupun di blog resmi mulainya jam 6.30, tapi nomor udah mulai dipanggilin jam 6. Terus dipanggil ke lantai 4, disuruh duduk urut sesuai nomor. Terus bakal ada pemeriksa, nah di situ BPU kita dikumpulin dan kita dapat 3 lembar HVS yang tulisannya kaya keterangan kesehatan gitu, dan harus ditandatangani. WARN! Perhatiin kakaknya pas sosialisasi, soalnya banyak yang salah tempat tanda tangan, dan itu bakal makan waktu.

Nah, terus kita disuruh masuk ke kaya aula besar gitu, dites kesehatannya. Tinggi badan, berat badan, tensi, kesehatan mata, terus buta warna, reflek kaki, diperika mulut, gigi, hidung, telinga, dan perutnya,, terus varises juga (diperiksa kaki belakang lututnya, betisnya). Waktu itu sih aku nggak ada tes ambeien.

Terus kalo udah, kita bakal suruh nunggu dan nanti tangan kita dikasih cap sebelum dinaikin ke shuttle bus ke tempat larinya, cap itu tanda kita boleh ikut tes kebugaran.

Lalu kalau sudah sampe di lapangan, kita disuruh baris dulu, terus dijelasin sama kakaknya, terus kita ambil rompi dan pemanasan. Terus kita baris di depan juri buat mulai start, nah terus lari deh. Banyak yang bilang kalau bisa lebih dari 4 putaran lapangan (waktu itu lapangan kelilingnya 353 meter dan kayanya lapangan lain juga kurang lebih segitu), nah tiap ngelewatin jurinya, kita teriak warna rompi dan nomor rompi (perhatian, kalau teriak yang kenceng dan sambil senyum, ya. Soalnya emang kata kakaknya coba seceria dan sesemangat mungkin.)

Nah, abis itu dapet istirahat bentar sebelum shuttle run. Ini bakal dijelasin kakaknya juga, jadi nggak usah khawatir.

Habis shuttle run, kalian akan dikembalikan ke gedung utama pake busnya itu, terus harus ambil BPU lagi di tempat tadi BPU dikumpulin, ya.

perhatian, kalau bingung, tanya aja sama kakak-kakak panitia. Mereka ramah-ramah, kok. Jangan takut, ya. Berani aja, semua orang di sana juga statusnya sama dengan kamu: pejuang. Nggak ada yang lebih tinggi maupun rendah.

Semangat!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s